Menunggu Di RS

Malem ini jadi malem kedua saya nunggu om fuad (papanya shendi) di RS Cikini.
Malem ini sepertinya shendi, mama, dan adiknya bisa tidur dengan tenang karena om pun sudah bisa tidur pulas.

Dua hari lalu, kita semua harus stand by ngejaga om. Saat itu om fuad dalam kondisi ga sadar tapi setiap 5 menit selalu teriak kesakitan sambil menggelepar. Kadang matanya terbuka dan melotot ngeliatin kita, tapi kondisinya sama sekali ga sadar. Ga merespon panggilan kita sama sekali. Penyebabnya menurut dokter karena racun di otaknya sedang tinggi.
Jam 2 malam itu dokter datang dan bilang bahwa om harus di cuci darah saat itu juga. Namun ternyata dengan kondisi yang terus menggelepar itu dan dibawah alam sadar menjadi amat beresiko untuk melakukan cuci darah. Bayangkan saja kalo misalnya jarumnya bergerak-gerak.

Berhubung saya satu-satunya cowo yang ada malam itu jadilah saya didaulat untuk megangin paha om yang selalu bergerak-gerak itu. Selang cuci darahnya sendiri di tancapkan ke tangan kanan dan bagian atas paha yang saya pegang.

Tibalah saatnya dimulai cuci darah. Saya pun menahan paha om sekuat tenaga. Baru 15 menit tangan ini keram rasanya, padahal cuci darahnya sendiri selama 3 jam. Rupanya saya salah strategi. Harusnya saya ga terus nekan pahanya om. Cukup saat keliatan saat om akan menggelepar. Tapi yang namanya disuruh jaga seperti itu di pikiran saya hanya satu, jangan sampai bergerak-gerak. Waktu itu saya bersama shendi dan 2 suster lainnya yang memegangi om. Tapi kita cukup kewalahan memegangi om selama 3 jam. Bayangkan saja saat sakit tenaganya om seperti itu, gimana kalo sehat.

Ya akhirnya 3 jam itu berlalu. Sekarang om fuad sudah sadar dan bisa ngobrol sedikit dengan kita walaupun lemes sekali. Saya tadi sempet kebayang-bayang pas saya jagain om pas cuci darah itu. Perut saya langsung mual-mual kalo inget darah 1.5 liter, selang, dan jarum yang gede itu.

Yah semoga om fuad bisa cepet sehat dan berkumpul sama keluarga lagi. :)

*Tulisan di RS Cikini via Android

Posted on 2 Januari 2012, in Daily Lifes and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. nothing I can say other than thank youuuu.
    Terima kasih ya pabos sudah menemani dan membantu di saat genting. Mohon maaf waktu macar dan anniversary nya dilalui di RS. Love you :)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.