Akhir-akhir Ini…
Aaah, setelah sekian lama tidak mengupdate, pengen juga mengupdate blog sendiri setelah baca-baca dari agregator blog IF06. Belum lagi ‘utang’ terimakasih kepada teman-teman DE yang rencananya pengen ditulis. Belum lagi macam-macamnya. maaf deh kalo emang ada yang nunggu. Tapi sayangnya, post ini ga bahas gituan kok. Cuma pengen cerita aja apa yang terjadi akhir-akhir ini.
Pertama, yang most notably sekitar 3 minggu yang lalu akhirnya turun dari jabatan kadiv keprofesian HMIF. Di satu sisi melihat hasil LPJ dan menengok setaun belakangan, feels like pengen ngulangin lagi dari awal dan betulin semua kesalahan-kesalahan yang udah gw lakuin. Tapi di satu sisi lainnya gw seneng bisa turun dari jabatan ini, karena yaa gw punya spare waktu dan pikiran untuk melakukan hal lain (padahal jarang rapat sih, hehe). Walaupun hasil LP-nya ga buruk-buruk amat, yah gw ga terlalu gembira juga dengan hasilnya…
Special thanks to Tim DE HMIF 2008/2009 dan dua kasubdiv terbaik yang gw punya, Fabul dan Nur atas semua bantuan dan bimbingan yang diberikan selama ini… I’m nothing without you guys!
Beres LPJ dan menjadi sebutir pasir (frase khusus untuk manusia-manusia tidak berjabatan di IF), konsentrasi tertuju pada Semifinal Microsoft Imagine Cup bersama tim Darah Biru. Seperti kata Andru diblognya, tim yang dibuat dengan target hanya sebagai partisipan ini LUCUNYA bisa nembus di semifinal dengan software berjudul VENA. Setelah senang-senang selama kurang dari 1 jam, akhirnya kita harus kembali menghadapi realita. Realita bernama coding. Yah, demi mengejar mimpi itu semua effort dikeluarkan. Nginep di sekre, rumah Andru, sekre lagi, bolos lagi. Haha. What a week! Sayangnya mungkin ga banyak yang bisa gw sumbangkan buat VENA seperti Puja dan Andru saat itu. Sedih. Menyesal tidak bisa memberikan yang maksimal saat itu. Sorry guys…
Sampe akhirnya kita ke Jakarta dan melihat 2 realita lain bernama Moses yang , Sumpah, membuat gw kagum setengah mati, dan Juri yang memberikan ‘masukan-masukan’ berharga buat kita. Jadi kepikiran juga buat ngembangin VENA ini nanti bersama Darah Biru ini. Bisa ga ya Ja, Ndru, Nes? I Think IT’S USEFUL ![]()
Pulang dari Jakarta, gw berkata pada diri sendiri… It’s one of the best experience I have… Surely it is… bener-bener petualangan yang melelahkan tapi membanggakan…
Makasih buat Puja yang memberikan contoh gimana caranya memimpin tim, gimana caranya mendorong tim… buat Andru yang bisa membagi-bagi tenaganya untuk berbagai realita dengan hasil yang maksimal… buat Ernest dengan analisis di luar perkiraan dan skill english presentation-nya yang aduhai. I trully envy you all, Guys..
Selesai dari salah dua momen terbesar hidup itu, akhirnya dihadapkan pada realita yang sebenernya. Tugas-tugas-tugas… Where deadlines is the time where another deadlines comes.. Saat tidak ada yang namanya tugas besar. Semua tugas adalah besar, tidak ada yang kecil… Saat akhirnya gw kehilangan motivasi untuk dateng kuliah… I don’t see the importance of it except the present list.. Tugas lebih penting… Pengen ada saat libur… merenungkan sesuatu…
Eniwei, Sadar ga sadar setelah membaca tulisan ini dan tulisan temen-temen IF06 di agregator, emang isinya rata-rata seperti kesal dengan tugas-tugas ini.. pengen selesai dari ini semua dan lain-lain…
But, Hey! What didn’t kill us, make us stronger… (Ini berlaku buat lo juga, To!)
- jam 01.11 @ Sekre 2 sambil menunggu Arsenal vs United-
6 Mei 2009 at 1:58 am
jangan anggap sebagai gangguan, tapi anggap sebagai ujian ^_^
yang telah mendahului kalian telah mengalami apa yang kalian alami sekarang
sekarang banyak yang merindukan saat-saat banyak tugas, ketimbang ngerjain 1 tugas yang itu-itu aja (T*)
7 Mei 2009 at 2:47 am
mueheheee…
pertamax… emang story of a lifetime, Titz…
belom nyampe egypt aja udah gini, coba kalo nyampe… -> curhat…
7 Mei 2009 at 8:05 am
[...] mereka (halah!) yang bertajuk Vena. Sebenarnya kisah ini udah selesai bulan lalu (bahkan Puja, Tito sama Andru udah dari zaman kapaan post di facebook dan blognya). Tapi saya baru post sekarang, [...]
8 Mei 2009 at 1:05 am
heheh kesebut si saya..
sama2 tiiits.. makasi juga buat kesempatan belajar yang lo percayakan ke gue dan terima kasih banget buat betapa pengertiannya elo selama setahun kepengurusan, hehe
tetep bantuin dedivproan ya tits..
10 Juli 2009 at 1:13 pm
[...] ini sebenarnya cukup membawa romantisme sendiri bagi saya dan anggota tim yang lain, andru, tito dan ernest, sebagai salah satu peserta kompetisi lokal. Berbeda dari setahun sebelumnya [...]